PATI, BKSNEWS.COM – Muhammad Abdul Kholim atau yang akrab disapa *Mandrak* menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Kepala Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) periode 2028–2035.
Komitmen tersebut disampaikan melalui publikasi visi dan misi yang mengusung semangat pengabdian kepada masyarakat. Mandrak menegaskan tekadnya untuk bersama warga membangun Desa Wotan menjadi desa yang lebih maju, adil, dan sejahtera melalui kebersamaan serta semangat gotong royong.
Dalam materi publikasi tersebut, Mandrak yang juga dikenal sebagai Bos Besar Koperasi BKS Cabang Jawa Tengah mengangkat slogan “Siap Mengabdi untuk Warga”sebagai bentuk komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia mengusung visi “Terwujudnya Desa Wotan yang religius, maju, mandiri, dan sejahtera.”
Untuk mewujudkan visi tersebut, Mandrak menawarkan sejumlah program prioritas, antara lain:
* Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
* Membangun infrastruktur desa secara merata dan berkelanjutan.
* Mengembangkan potensi ekonomi desa serta mendukung pelaku UMKM.
* Mendorong peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
* Menjaga keamanan, kerukunan, serta memperkuat nilai-nilai gotong royong.
Menurut Mandrak, keberhasilan pembangunan desa hanya dapat dicapai melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat.
> “Dengan kebersamaan dan gotong royong, kita wujudkan Desa Wotan yang berkah, maju, dan mandiri,” demikian pesan yang disampaikan dalam materi sosialisasinya.
Mandrak juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberikan doa dan dukungan demi terwujudnya perubahan nyata bagi Desa Wotan. Ia berharap seluruh proses demokrasi desa nantinya dapat berlangsung aman, damai, serta menjunjung tinggi persatuan dan kekeluargaan.
Kontestasi Pemilihan Kepala Desa Wotan periode 2028–2035 diperkirakan akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah pembangunan desa untuk enam tahun mendatang. Berbagai tokoh masyarakat diprediksi akan ikut meramaikan pesta demokrasi tingkat desa tersebut.
Red.












